Senin, 19 Mei 2014

Dama

Dama adalah Bahasa Sansekertanya Cinta. Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemauan, keinginan hawa nafsu, atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

Pada tugas saya kali ini yang bertemakan " Cinta dan Kasih " saya akan membahas satu dari kategori tersebut, yaitu " Perasaan terhadap bangsa (Nasionalisme) "

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

Demikian juga ketika kita berbicara tentang nasionalisme. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit bahkan mungkin masih lebih kaya lagi pada zaman ini. Ciri-ciri nasionalisme di atas dapat ditangkap dalam beberapa definisi nasionalisme sebagai berikut :

1. Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.

2. Nasionalisme ialah suatu keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise bangsa.

3. Nasionalisme ialah suatu kebaktian mistis terhadap organisme sosial yang kabur, kadang-kadang bahkan   adikodrati yang disebut sebagai bangsa atau Volk yang kesatuannya lebih unggul daripada bagian-bagiannya.

4. Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu sendiri.

Nasionalisme tersebut berkembang terus memasuki abad 20 dengan kekuatan-kekuatan berikut :

(1)   keinginan untuk bersatu dan berhasil dalam me-nyatukan wilayah dan rakyat;

(2)   perluasan kekuasan negara kebangsaan; 

(3)   pertumbuhan dan peningkatan kesa-daran kebudayaan nasional dan 

(4)   konflik-konflik kekuasaan antara bangsa-bangsa yang terangsang oleh perasaan nasional.

Kini nasionalisme mengacu ke kesatuan, keseragam-an, keserasian, kemandirian dan agresivitas. (Boyd C. Shafer, 1955, hal. 168).

Sebagai gejala historis nasionalisme pun bercorak ragam pula. Di Perancis, Inggris, Portugis dan Spanyol sebagian besar nasionalisme dibangun atas kekuasaan monarik-monarki yang kuat, sedangkan di Eropa Tengah dan Eropa Timur nasionalisme terutama dibentuk atas dasar-dasar nonpolitis yang kemudian dibelokkan ke nation-state yang sifatnya politis juga. Namun banyak sarjana berpendapat bahwa nasionalisme mendapat bentuk yang paling jelas untuk pertama kali pada pertengahan kedua abad ke-18 dalam wujud revolusi besar Perancis dan Amerika Utara.

Menurut Profesor W. F. Wertheim, nasionalisme dapat dipertimbangkan sebagai suatu bagian integral dari sejarah politik, terutama apabila ditekankan pada konteks gerakan-gerakan nasionalisme pada masa pergerakan nasional. Lagi pula Wertheim juga menegaskan bahwa faktor-faktor seperti perubahan ekonomi, perubahan sistem status, urbanisasi, reformasi agama Islam, dinamika kebudayaan, yang semuanya terjadi dalam masa kolonial telah memberikan kontribusi perubahan reaksi pasif dari pengaruh Barat kepada reaksi aktif nasionalisme Indonesia. Faktor-faktor tersebut telah diuraikan secara panjang lebar dalam bab-bab buku karangannya yang berjudul : Indonesian Society in Transision: A Study of Social Change(1956).

Pertumbuhan nasionalisme Indonesia ternyata tidak sederhana seperti yang diduga sebelumnya. Selama ini nasionalisme Indonesia menunjukkan identitasnya pada derajat integrasi tertentu.

Nasionalisme sekarang harus dapat mengisi dan menjawab tantangan masa transisi. Tentunya nilai-nilai baru tidak akan menggoncangkan nasionalisme itu sendiri selama pendukungnya yaitu bangsa Indonesia tetap mempunyai sense of belonging, artinya memiliki nilai-nilai baru yang disepakati bersama. Nasionalisme pada hakekatnya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, karena nasonalisme menentang segala bentuk penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok dalam masyarakat, maupun suatu bangsa. Nasionalisme tidak membeda-bedakan baik suku, agama, maupun ras.

Hal – hal yang mendorong munculnya faham nasionalisme , antara lain :

a.                   Adanya campur tangan bangsa lain misalnya penjajahan dalam wilayahnya.

b.                  Adanya keinginan dan tekad bersama untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan absolut, agar manusia mendapatkan hak – haknya secara wajar sebagai warga negara.

c.                   Adanya ikatan rasa senasib dan seperjuangan.

d.                  Bertempat tinggal dalam suatu wilayah.

Sejarah munculnya faham nasionalisme di dunia, juga tidak lepas dari pengaruh perang kemerdekaan Amerika Serikat terhadap Revolusi Perancis dan meletusnya revolusi industri di Inggris. Melalui revolusi perancis, paham nasionlisme meyebar luas ke seluruh dunia. 

Prinsip – prinsip nasionalisme, menurut Hertz dalam bukunya Nationality in History and Policy, antara lain :

a.         Hasrat untuk mencapai kesatuan

b.         Hasrat untuk mencapai kemerdekaan

c.         Hasrat untuk mencapai keaslian

d.         Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.


Nasionalisme seperti yang disebutkan diatas menurut para ahli sudah cukup jelas, saya disini akan memberikan implementasi yang sangat mudah, yaitu "Buang Sampah Pada Tempatnya", apa yah hubungannya ? jadi begini, kalau kita buang sampah pada tempatnya maka kita akan menjadi bersih dan seluruh Indonesia menjadi lingkungan hidup yang baik, dengan begitu kita cinta dengan tanah air kita bagian kebersihan, itu Nasionalisme, Cinta Tanah Air bagian Kebersihan,.

Salah satu contoh diatas merupakan contoh kecil yang jika dilakukan bersama pasti akan memajukan Bangsa Indonesia ini, kita tidak usah berpikir lagi perang, karena dengan melakukan hal-hal kecil yang baik secara bersamaan sudah cukup, kita hanya tinggal melanjutkan Pahlawan-pahlawan yang tumbang pada saat masa penjajahan dengan hal baik.

http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
http://pancasila.weebly.com/pengertian-nasionalisme.html

Jumat, 25 April 2014

SHASTRA

     SHASTRA merupakan bahasa sansekertanya Keindahan, dengan begitu saya melampirkan post ini yang bertema tentang "Keindahan". Keindahan menurut saya adalah segala sesuatu yang bernilai baik (atau bisa saja buruknya) yang menghasilkan sesuatu membuat si penikmat hal tersebut mempunyai pengalaman, bermakna dan kepuasan terhadap sesuatu hal tersebut dan membuatnya senang (atau ada juga yang sedih tetapi senang, itulah manusia). Nilai tersebut juga berbeda diantara makhluk yang dapat merasakan "Keindahan" tersebut.

     Menurut The Liang Gie dalam bukunya “ Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello” , kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin “Bellum” , akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.

Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1. Keindahan dalam arti luas.


Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
• keindahan seni
• keindahan alam
• keindahan moral
• keindahan intelektual.

2. Keindahan dalam arti estetik murni.


Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.


Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

      Kali ini untuk melengkapi tugas dengan tema "Keindahan" saya, saya akan mengadakan research kampus saya, Gunadarma, beberapa Fasilitas umum yang saya sorot kamera berikut akan saya bandingkan

      Saya membandingkan beberapa kampus di Depok, contohnya Flora Kampus H
























Kampus H mempunyai penghijauan yang luas dan pohon yang banyak, ini membuat sirkulasi oksigen di kampus ini baik, lingkungan yang asri dan fasilitas umum yang bisa dinikmati langsung oleh Mahasiswa Gunadarma. Sampah yang berserakan pun nyaris tidak ada di "taman penghijauan" milik Gunadarma ini, karena manajemen sampah yang baik dari pihak Gunadarma dan seluruh civitas Gunadarma yang menjunjung tinggi kebersihan Kampus H. juga untuk penyiraman taman penghijaun ini Gunadarma memakai penyiraman otomatis agar lebih efisien dan teratur dalam memilihara para paru paru kampus ini.


Penataan pohon yang teratur yang hampir menyerupai hutan lindung ini sangat baik, tetapi dari segala kelebihan diatas yang kurang dari "Taman Penghijauan" Gunadarma ini adalah pohon yang memang masih membutuhkan waktu agar menjadi pohon yang rindang agar menciptakan lingkungan yang asri, sejuk dan segar. Rerumputan yang ditata rapih bisa menutup pohon-pohon yang masih tumbuh ini dengan begitu "Taman Penghijaun" ini bisa terlihat lebih "Hijau". Saran saya agar penghijauan ini lebih baik yaitu lebih menambah intensitas pohon agar lebih rindang dan memasang pagar supaya lebih terlihat terjaga dan teratur. 


Flora kampus D 



Di Kampus D, karena disini kebanyakan adanya kegiatan kuliah, maka penghijauan yang saya rasakan terasa kurang, Perbandingan yang lumayan jauh dari sisi Keindahan Flora saya kali ini dari Kampus D dan Kampus H, kebersihan pun juga mempengaruhi tetapi saya tidak terlalu mengkhawatirkan kebersihan karena menurut saya sudah memenuhi standar seharusnya di "Taman Penghijauan" ini, Tempat parkir tentu saja lebih luas di Kampus H karena lahan mereka yang luas, di Kampus H pun juga terdapat kegiatan kuliah


Seperti "iLab", perpustakaan dan sebagainya. Dikarenakan kurangnya lahan di Kampus E, penghijauan tentu saja kurang dan juga sebagian besar Kegiatan belajar untuk para Mahasiswa Gunadarma. Kesejukan daerah yang berbeda dikarenakan Flora tersebut lebih sejuk di Kampus H dikarenakan di Kampus H yang mempunyai lahan yang besar dan "Penghijauan" yang lebih baik daripada kampus lain di Depok.


Jadi "Pemenag" kali ini dibidang Flora antar Kampus dimenangkan oleh Kampus H yang lebih Luas, Asri dan nyaman. Kampus D hanya kurang satu, yaitu karena keterbatasan lahan yang dimiliki Kampus D, Kebersihan saya simpulkan tidak terlalu jauh karena baiknya manajemen kebersihan Gunadarma yang setara di tiap kampusnya.  





Ini adalah segmen tambahan dari perbandingan saya, Arsitektur ini yang saya lihat dari lantai dasar gedung H menjadi sorot kamera saya karena mirip sebuah tangga menuju Kuil/candi (menurut saya) ditambah dengan pohon yang teduh dan sejuk membuat makin indahnya kampus ini, susunan keramik di tangga tersebut sangat baik dan teratur.



FASILITAS UMUM : ATM

Dikarenakan pada pembahasan pertama saya adalah " Fasilitas Umum untuk Civitas Gunadarma ", pada kai ini saya akan membahas perbandingan fasilitas umum untuk pemakai ATM. 


 





















ATM ini tentu seperti atm-atm lainnya yang gunanya untuk mengambil uang, ATM ini tertata rapih dan kebersihan yang memang seharusnya dimiliki ATM, fasilitas umum ini kurangnya adalah kaca film yang melindungi si pengambil nasabah kurang tebal, sehingga orang luar yang jaraknya cukup dekat dapat bisa melihat sedikit, tetapi karena ATM ini memiliki CCTV mungkin bisa diminimalisir kejadian kejadian yang tidak diinginkan seperti hal tersebut.

























ATM yang satu ini yang sayabandingkan dengan atm pertama saya tadi tidak terlalu jauh, tetapi perbedaanya di aspek "Keindahan" dimana ATM ini terdapat sedikit sampah ( mungkin dikarenakan pemilik nasabah malas buang ke tong sampah yang ada DISEBELAHNYA ), tidak terdapatnya CCTV, dan sekring-sekring yang tidak ditutup membuat aspek keindahannya jadi kurang tertata.

pada dasarnya perbedaan kedua ATM ini hanya pada bidang kebersihannya (yang juga beda tipis) dan ketertataannya dimana atm kedua saya lebih kurang tertata seperti sekring yang kelihatan yaang terasa kurang indah, sebaiknya pihak atm menutupnya dengan promosi atau barang lain yang lebih baik agar nilai keindahannya meningkat.

sekian dari tugas saya.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/pengertian-keindahan/
http://baltyra.com/2013/08/02/uniknya-bahasa-indonesia-1-islam-berbahasa-sansekerta-kristen-berbahasa-arab/
http://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/definisi-keindahan/

Rabu, 09 April 2014

Please don't choose JOKOWI

     It looks like my post this time is really weird ,making people angry and not nationalism, but the truth is i was just thinking the rationality of a Leader and his "Promises". I know Jokowi is not that bad (Well he surely good), but still thinking from what he done to Jakarta is not even enough to make him as a Leader of Indonesia. Why ?, His experiences in Jakarta, to make Jakarta to be a better city is not yet even finished as he Promised. If he will be "The One" it will make him under pressure of his "Promises", because if he become the "Leader Of This Country" he is not only thinking about Jakarta, but Whole Indonesia and that is not easy to be Organized. Look at his promises in 2012 September 24 :

  1. Transjakarta unit will be Increased by 1000, well its already half, maybe.
  2. The most Important part, Will Lead Jakarta for Five Years (as of press conference in Her Highness Megawati Soekarnoputri House, 20 September 2012).
  3. And other things from this http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/03/15/n2h8sz-ingat-inilah-19-janji-jokowi-saat-pilgub-dki-2012.
     Well, as of one of his Promises that Will Lead Jakarta for Five Years, he already broke one of his promise, and i think that is the easiest part of his Promises. And now its not all His fault that he want to be the president of course, maybe over 70% of Indonesia population of course choose him, the influences from his "Party" and other things. but will he fulfill his Jakarta duty while he must fulfill his bigger Duty as a President of This "Land" ?. Well as of now i was thinking maybe, "Just Maybe",  Jokowi is just a "Doll" to his higher ups to gather popularity of His "Party".  So who we are gonna choose ? well about that why we not control ourselves first then control another.

     It's just if he's to be "The One"(and i think he is "Already Choosen", looking from the enthusiasm of our peoples choosing His Highness), doesn't make him "Suffer" because he will Lead our beloved country, imagine if he just do the same thing as the "Predecessors", i think people who Choose him to will oppose him, because from the beginning they only know his Good Side, But if he is already capable of maintaining Jakarta, Why not choose him ?, so why i am not agree it's just one, his "Experiences".

     https://www.facebook.com/indonesia17081945/posts/619993244704989, look at this post, just a "small thing" they accuse Jokowi... the truth is you people is not do the "small thing" too. KEEP YOUR ENVIRONMENT MAINTAINED. is that clear ? and try this one too, http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/29/2140210/Monas.Gulita.karena.Earth.Hour.Jokowi.Disalahkan., and this https://id.berita.yahoo.com/jokowi-ada-tikus-mati-saja-jokowi-yang-disalahkan-055721280.html. just this little simple thing, already accuse him. How about he become the president ? i think after 1 year, there will be alot of "things" like this.


    Well i think this is my opinion, please read it carefully because i do this just for a conclusion of him, i'm not opposing him or others thing. i bring up the FACT. Peace. ( ini hanya tulisan saja , tolong jangan dianggap serius dan menyalahkan saya, karena saya hanya membawa FAKTA yang ada di media massa.) Salam Sejahtera dan DAMAI.

Rabu, 26 Maret 2014

Teknologi Pelestari Sejarah

Kali ini saya menuju Musium yang baru berumur 4 Tahunan, musiim ini menceritakan tentang perjalanan perekonomian bangsa kita, Bangsa Indonesia.


  

Disini bisa anda lihat sebuah gambar yang menceritakan peredaran uang dan sejarahnya mereka bertugas







Kapal tersebut adalah kapal lama peninggalan saat masa sebelum penjajahan Indonesia






Musium ini mempunyai teknologi proyektor, tetapi pada saat kami saya datang proyektor sedang rusak, hal lain tentang musium ini adalah brankas yang tidak terpakai menjadi tempat uang dari seluruh negara, termasuk brankas "emasnya".


Setelah itu saya ke musium yang berada di TMII, yaitu musium listrik yang dekat PPIPTEK, disini saya melihat banyak hal dari cara kerja listrik, pemakaian listrik, pembuatan listrik, pemanfaatan dibidang lain dan juga komputer komputer bersejarah. Listrik sekarang sudah merupakan kebutuhan utama bagi seluruh umat manusia, musium inilah yang mengabadikan kelistrikan Indonesia.
Pada gambar diatas, disini memperagakan teknologi yag mengabadikan Hukum Faraday yang sekarang berguna bagi umat manusia dalam kehidupan manusia sehari hari, seperti di keseharian kita emakai baterai dan di industri untuk membuat zat dan bahan baru dengan sel elektrolisis, pemurnian logam dan penyepuhan untuk menambah suatu logam agar lebih tahan terhadap kondisi ekstrim dan disebut juga electroplating.


Inilah Printer yang dibuat pada tahun 1987 dan dipakai dari tahun 1987 sampai 1998 untuk mencetak sebuah data data dari billing, payroll dan akuntansi dan kemampuan dari Printer ini adalah 2000 line / menit. Printer Komputer ini pada saat masa jayanya digunakan pada sebuah mainframe.

 Disamping adalah gambar sebuah tape drive yang digunakan untuk menyimpan data sang user atau dengan kata lain sebuah harddisk untuk sekarang, dikarenakan pada saat itu tahu 1985 masih memakai tape untuk menyimpan data.dan juga untuk penyimpanan data backup dari user tersebut.

Gambar disamping dikiri adalah tambahan dimana gambar tersebut adalah reaktor nuklir yang dimana terjadi fusi nuklir untuk digunakan PLTN membuat listrik, sayangnya hanya sebuah pajangan saja.





Inilah seluruh kunjungan kami ke musium yang kami tuju, teknologi teknologi yang digunakan banyak sekali dari suara yang mempresentasikan alat tersebut dan video videonya di musium tersebut, sekian dari kunjungan saya ke musium tersebut.



Anggota Kelompok :
1. Davin Dirgantara
2. Donna Nini K.
3. Levana Dianova














Sabtu, 30 November 2013

Masalah dan Potensi Generasi Muda

1. Permasalahan Generasi Muda

Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini antara lain :


a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.

b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.

c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.

d. Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.

e. Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.

f. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.

g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.

h. Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.

i. Belum adanya peraturanm perundangan yang menyangkut generasi muda.

Dalam rangka memecahkan permasalahan generasi muda diatas, diperlukan usaha-usaha terpadu, terarah dan berencana dari seluruh potensi nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan. Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik merupakan potensi yang siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.



2. Potensi-potensi Generasi Muda

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

a. Idealisme dan Daya Kritis

Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.

b. Dinamika dan Kreativitas

Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.

c. Keberanian Mengambil Resiko

Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.

d. Optimis dan Kegairahan Semangat

Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.

e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni

Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.

f. Terdidik

Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.

g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.

Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

h. Patriotisme dan Nasionalisme

Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini, generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.

i. Sikap Kesatria

Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.

j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi

Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.



KESIMPULAN

Masa depan suatu bangsa terletak di tangan pemuda atau generasi mudanya sebab merekalah yang akan menggantikan generasi sebelumnya dalam memimpin bangsa. Oleh karena itu, generasi muda perlu diberi bekal berupa ilmu pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan zaman, serta tetap menjaga budaya bangsanya dan mengembangkannya menjadi lebih baik tanpa menghapus ciri khas budaya dari Negara tersebut. Kebanyaka generasi muda tidak berkembang karena mereka ditelantarkan, tidak dididik dengan baik. Seharusnya Negara mengutamakan pendidikan yang sesuai untuk seluruh generasi muda, bukan korupsi saja yang bertumbuh subur. Walaupun begitu, seorang remaja pun seharusnya juka berpikir kearah yang lebih baik, “pada dasarnya manusia itu baik, tetapi jika berbuat jahat, pasti ada dorongan tertentu”. Juga karena remaja mungkin belum punya jati diri atau sedang mencari.


Selasa, 22 Oktober 2013

KEMISKINAN


Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  1. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  2. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
  3. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan diluar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Secara umum, angka kemiskinan Indonesia sejak 1998 – 2011 terus menurun.  Penurunan tersebut tidak lepas dari upaya keras pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan melalui berbagai program pro-rakyat. Kendati belum bisa dikatakan maksimal, akan tetapi tren penurunan menunjukan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan yang diluncurkan pemerintah telah memberikan efek positif bagi peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan hak-hak dasar mereka.
Gambar Penurunan angka kemiskinan di Indonesia sejak 1998 – 2010. Sumber data BPS.


Berdasarkan Worldfactbook, BPS, dan World Bank, di tingkat dunia penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia termasuk yang tercepat dibandingkan negara lainnya. Tercatat pada rentang 2005 – 2009 Indonesia mampu menurunkan laju rata-rata penurunan jumlah penduduk miskin per tahun sebesar 0,8%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian negara lain semisal Kamboja, Thailand, Cina, dan Brasil yang hanya berada di kisaran 0,1% per tahun.  Bahkan India mencatat hasil minus atau terjadi penambahan penduduk miskin.

Menurut saya, kemiskinan itu wajar, seperti ini wajar, ini seperti kelas, dimana negara negara jadi murid murid..., Indonesia merupakan murid yang sedang berkembang, Negara maju seperti orang yang sudah pintar dan sbb seperti itu. Sudah selesai dengan istilah-istilah tersebut, tidak ada negara yang sempurna, tetapi setidaknya jangan sampai kemiskinan merajarela, kita sudah menurunkan angka kemiskinan sedikit demi sedikit dan akan berkurang secara pasti.

Walaupun, kinerja pemerintah yang terhormat, yang kita pilih, yang kita tunjukan untuk mensejahterahkan rakyat ini sangat kurang, karena beberapa dari mereka korupsi, kolusi dan nepotisme. Tetapi juga jangan terlalu menyalahkan pemerintah, mulai dari rakyat, misalnya, buang sampah sembarangan. Kenapa  buang sampah sembarangan ? inilah juga yang memakan uang kas negara karena pembiayaan kebersihan nasional, kita memang harus mencontoh seperti negara "Singa kecil" itu, buang sampah sembarangan bayar 50rb... hehehe..., kalau ketahuan.

Rabu, 25 September 2013

Mengapa saya memilih Teknik Informatika ?

Pertama-tama, kenapa saya Kuliah ?

Sebenarnya kalau saya bisa langsung dapat kerja yang "memuaskan" setelah lulus SMA, saya lebih memilih bekerja, tetapi karena saya kurang pengalaman, kurang ilmu, modal, keberanian, dll, saya memilih kuliah agar dapat menjadi lebih baik.

Kenapa saya memilih Teknik Informatika ?

Saya dari sejak pertama kali membeli komputer, sebenarnya tertarik game, tetapi setelah saya perdalami tentang game yang ingin saya buat waktu itu, ternyata  membuat game seperti itu membutuhkan software yang bukan sembarang main mahalnya..., tetapi itu pada saat saya SD kelas 6, setelah itu saya mau memperdalami lagi, tetapi karena segala keterbatasan saat itu, seperti hardware, brainware, dan software, saya mengundurkan diri..., setelah itu saya hanya menikmati saja, sampai saat SMA kelas 1 saya  tertarik dengan dunia koding (bahasa pemrograman ), dan akhirnya saya memang suka mengutak atik koding, walaupun hanya koding sekedar membuat program kalkulator saja... hehehe, setidaknya saya mencoba...

Pada saat SMA saya juga mencoba ikut olimpiade komputer, walaupun sebatas peserta, saya dapat pengalaman yang berharga pada saat itu, dan saya bersyukur saya ikut olimpiade tersebut. Saya ikut Olimpiade Komputer tersebut sampai kelas 2 SMA, saat kelas 2 SMA saya juga sempat berfikir ke jurusan lain, tetapi, saya memang tertarik kekomputeran yang koding, akhirnya kelas 3 saya memilih Teknik Informatika.